13 Desember 2025

Tajuk Mu

Informasi Terbaru dan Terpercaya

Penemuan Spesies Baru Cecak Jarilengkung di Jawa Timur

Tajuk Mu – Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mencatat penemuan penting dengan mengidentifikasi spesies baru Cecak Jarilengkung di Jawa Timur. Spesies ini kemudian diberi nama Cyrtodactylus pecelmadiun sebagai bagian dari upaya mengenalkan kuliner khas Nusantara dalam dunia sains.

Menurut Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Awal Riyanto, spesies ini ditemukan di lingkungan yang dekat dengan aktivitas manusia. Cecak tersebut teramati hidup di berbagai tempat seperti tanggul jembatan, tumpukan genteng, dan kebun di sekitar permukiman desa. Sebelumnya, pendekatan serupa telah dilakukan oleh para peneliti dalam penamaan spesies lain, seperti Cyrtodactylus papeda dari Pulau Obi dan Cyrtodactylus tehetehe dari Kepulauan Derawan.

Dari segi morfologi, Cyrtodactylus pecelmadiun memiliki warna dasar cokelat kehitaman. Cecak jantan dewasa memiliki panjang tubuh (Snout-Vent Length/SVL) mencapai 67,2 mm, sedangkan betina memiliki ukuran lebih kecil, yaitu sekitar 59,0 mm. Spesies ini juga memiliki 18–20 baris tuberkular dorsal yang tidak teratur di bagian tengah tubuh, 26–28 baris tuberkular antara ketiak dan selangkangan, serta 28–34 baris sisik perut. Pada individu jantan, ditemukan ceruk precloacal dengan 32–37 pori precloacofemoral, sedangkan bagian subkaudalnya tidak memiliki sisik lebar.

Penelitian menunjukkan bahwa Cyrtodactylus pecelmadiun memiliki kebiasaan hidup yang fleksibel, dapat bertahan di berbagai lingkungan, dan ditemukan tidak lebih dari 40 cm di atas permukaan tanah. Hal ini menunjukkan bahwa spesies ini mampu beradaptasi dengan baik di kawasan yang telah mengalami perubahan akibat aktivitas manusia.

Secara filogenetik, spesies ini memiliki hubungan erat dengan Cyrtodactylus petani, dengan jarak genetik berkisar antara 0,1 hingga 1,6 persen. Penemuan ini juga menjadi bukti kedua dari keberadaan grup darmandvillei di Jawa setelah Cyrtodactylus petani, yang populasinya cukup banyak di kawasan Sunda Kecil. Saat ini, spesies Cyrtodactylus di Jawa diketahui terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu grup darmandvillei dan marmoratus, yang keduanya merupakan kompleks spesies dengan keanekaragaman yang masih belum sepenuhnya terungkap.

Keberadaan spesies ini semakin mendorong eksplorasi lebih lanjut mengenai keanekaragaman Cyrtodactylus di Jawa. Masih banyak spesies yang belum teridentifikasi secara menyeluruh, sehingga penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk memahami lebih dalam tentang keberagaman satwa di Indonesia.

Sebelumnya, spesies Cecak Jarilengkung pertama yang dideskripsikan dari Jawa adalah Cyrtodactylus marmoratus, yang pertama kali didokumentasikan oleh Gray pada tahun 1831 berdasarkan spesimen yang dikoleksi oleh Heinrich Kuhl dan Johan Conrad van Hasselt. Saat ini, spesimen tersebut tersimpan di Museum Naturalis, Belanda.

Penemuan Cyrtodactylus pecelmadiun telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Zootaxa pada edisi 16 Januari 2025. Studi ini menjadi referensi penting dalam bidang taksonomi serta mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan lingkungan dan konservasi spesies endemik semakin meningkat.