29 April 2026

Tajuk Mu

Informasi Terbaru dan Terpercaya

Gunung Raung Erupsi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

Tajuk Mu – Gunung Raung, yang terletak di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Kamis pagi, 13 Maret 2025. Letusan gunung tersebut menghasilkan kolom abu yang mencapai ketinggian 1.500 meter di atas puncaknya atau sekitar 4.832 meter di atas permukaan laut.

Informasi mengenai erupsi ini disampaikan oleh Burhan Alethea, petugas Pos Pengamatan Gunung Raung, dalam laporan tertulis yang diterima di Jember. Ia menyebutkan bahwa kolom abu berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal terpantau mengarah ke barat dan barat laut. Data dari seismograf menunjukkan bahwa erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 7 mm dan berlangsung selama 34 detik.

Saat ini, status Gunung Raung masih berada pada Level II (Waspada). Oleh karena itu, masyarakat serta wisatawan diimbau untuk tidak mendekati pusat erupsi dalam radius tiga kilometer dari kawah puncak. Selain itu, aktivitas seperti menuruni kaldera atau bermalam di sekitar kawah juga tidak diperbolehkan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Erupsi yang terjadi pada pukul 06.59 WIB ini merupakan letusan pertama Gunung Raung di tahun 2025. Dengan demikian, petugas mencatat jumlah erupsi gunung tersebut baru terjadi satu kali sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, berdasarkan pengamatan kegempaan yang dilakukan pada Rabu, 12 Maret 2025, aktivitas vulkanik Gunung Raung telah menunjukkan peningkatan. Dalam laporan tersebut, tercatat adanya dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 mm serta durasi gempa yang berlangsung antara 31 hingga 37 detik. Selain itu, terdeteksi sembilan kali gempa tektonik jauh dan satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo berkisar antara 0,5 hingga 1 mm.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid, dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi di Gunung Raung merupakan fenomena yang masih tergolong wajar. Ia menyebutkan bahwa aktivitas gunung yang berada di Level II (Waspada) cenderung fluktuatif dan memiliki potensi erupsi kapan saja.

Dengan adanya aktivitas vulkanik ini, masyarakat di sekitar Gunung Raung diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Jika terjadi peningkatan aktivitas yang lebih signifikan, maka kemungkinan perubahan status gunung akan terus dipantau oleh tim pemantau gunung berapi.